Kamis, 22 Desember 2011

MAN 2 BARABAI

MAN 2 BARABAI

MAN 2 BARABAI


MAN 2 BARABAI memiliki begitu banyak penghargaan  baik dari kabupaten maupun provinsi yang didapat dari siswa-siswinya yang berprestasi baik dibidang akademik maupun non akademik. Seperti olimpiade matematika juara 1 dan harapan 1, lomba karya tulis ilmiah juara 2, juara 1 pramuka  tingkat provinsi, dan sekolah sehat sensasional juara harapan 1, juara 1 kebersihan sekolah dan UKS tingkat kabupaten dan tingkat provinsi, juara 1 lomba habsyi tingkat kabupaten, juara 1 lomba rebbana putri tingkat pelajar kabupaten, dll.
                Sekolah ini memiliki tenaga pendidik yang sudah menempuh jenjang S1. Penempatan guru-guru itupun sudah sesuai dengan keahLiannya masing-masing dibidang mata pelajarannya.
                Sarana prasarana yang dimiliki sekolah ini pun sudah begitu lengkap ada ruang belajar (ruang kelas dan laboratorium), kantor (untuk tenaga pendidik), perpustakaan, lapangan (upacara dan olahraga), kantin,  ruang komite, ruang keagamaan (mushalla), ruang UKS, dll.
                Setiap tahunnya sekolah ini selalu banyak peminatnya untuk masuk ke sekolah ini, oleh karena itu diperlukan seleksi yang ketat untuk lolos. Dengan demikian input dari sekolah ini otomatis sudah termasuk siswa yag berprestasi jadi dalam prosesnya juga mudah dan kelak menghasilkan output yang berkualitas pula.

PONDOK PESANTREN PUTRA IBNUL AMIN

PONDOK PESANTREN PUTRA IBNUL AMIN

PONDOK PESANTREN PUTRA IBNUL AMIN



PONDOK PESANTREN PUTERA IBNUL AMIN
Pondok Pesantren Putera Ibnul Amin adalah sebuah pondok pesantren yang terletak di desa Pamangkih, kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, Indonesia. Pondok Pesantren Ibnul Amin Pamangkih didirikan secara resmi pada tanggal 11 Mei 1959 M / 22 Syawal 1378 H. Pendirinya adalah seorang ulama dari masyarakat Pamangkih yang bernama K.H.Mahfuz Amin bin Tuan Guru H. Muhammad Ramli bin Tuan Guru H. Muhammad Amin.
Sejarah
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/d/d3/K.H._Mahfuz_Amin.JPG/200px-K.H._Mahfuz_Amin.JPG
http://bits.wikimedia.org/skins-1.18/common/images/magnify-clip.png
K.H. Mahfuz Amin, tokoh penting dalam pendirian Pesantren Pamangkih.
Cita-cita untuk mendirikan Pondok Pesantren oleh KH.Mahfuz Amin berawal dari melihat pendidikan agama atau pengajian yang diselenggarakan di langgar-langgar terlalu memakan waktu. Di mana seseorang untuk bisa menamatkan Ibnu Aqil dalam bidang Nahwu / Syaraf atau menamatkan Fathul Mu’in dalam bidang Fiqih, ia harus belajar puluhan tahun. Di samping itu,ia juga melihat para santri atau pelajar yang tinggal di langgar kadang-kadang melebihi kapasitas tampung langgar yang dihuni, sehingga mengakibatkan langgar sebagai tempat belajar juga sebagai tempat tidur, tempat makan dan bahkan kadang-kadang sebagai tempat memasak.
Hal lain lagi adalah ia melihat seorang Tuan Guru (Kyai) kurang memberikan kesempatan kepada muridnya yang lebih pandai untuk bisa menerapkan ilmunya dengan mengajar kitab-kitab kecil kepada murid-murid yang pelajarannya lebih rendah. Dengan demikian akibatnya seorang Tuan Guru terlalu lelah, karena dari kitab yang paling kecil hingga kitab yang paling besar terpaksa Tuan Guru sendirian yang mengajarkannya kepada seluruh muridnya. Dari beberapa hal tersebut itulah, timbul keinginan dari K.H. Mahfuz Amin untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan agama yang efektif sebagai upaya mencerdaskan ummat, khususnya generasi penerus bangsa. Atas wasiat almarhum orang tuanya yaitu Tuan Guru H. M. Ramli yang mewasiatkan untuk lebih memajukan pelajaran pelajaran agama, juga atas nasihat dan petunjuk dari seorang gurunya KH. Abu Bakar Tambun, agar beliau mendirikan pondok pesantren.
Maka pada tanggal 23 Oktober 1958 (8 Shafar 1378 H) didirikanlah sebuah pondok pesantren yang waktu itu dikenal dengan nama Pondok Hulu Kubur. Nama Pondok Hulu Kubur tidak tertulis di papan nama, hanya mendapat sebutan di lidah orang umum. Nama Pondok Hulu Kubur tidak lama dipakai sebagai nama terhadap pesantren yang baru lahir ini, karena pendirinya yaitu KH. Mahfuz Amin telah mendapatkan sebuah nama pilihan yaitu “Ibnul Amin”. Nama Ibnul Amin tersebut dipilih sebagai penghormatan kepada almarhum kakek KH. Mahfuz Amin sendiri. Karena KH. Mahfuz Amin sebagai pendiri dan pendidik di pondok pesantren ini telah mendapatkan ilmu dari ayahnya yaitu Tuan Guru H.M. Ramli, sedangkan ayahnya juga belajar dari orang tuanya yaitu Tuan Guru H.M. Amin. Oleh karena itulah pesantren diberi nama Ibnul Amin yaitu sebagai peringatan terhadap kakeknya yang telah berjasa kepada orang tuanya dan KH. Mahfuz Amin sendiri.
Pengelolaan Pondok Pesantren Ibnul Amin pada mulanya ditangani langsung oleh KH. Mahfuz Amin sendiri yang dibantu oleh beberapa orang santri senior. Setelah KH. Mahfuz Amin meninggal tahun 1994 (1415 H), kepemimpinan pondok pesantren sampai sekarang dipercayakan kepada KH. Muchtar HS, yaitu seorang muridnya yang merupakan santri Ibnul Amin angkatan pertama.
Perkembangan Pondok Pesantren
Sejak berdirinya Pondok Pesantren Putera Ibnul Amin secara resmi pada tanggal 11 Mei 1959 / 22 Syawal 1378, KH. Mahfuz Amin sebagai pencetus dan pendiri sekaligus sebagai pengasuh dan pengajar selalu berusaha untuk mengembangkannya dan membesarkannya, baik fisik maupun sistem pendidikan dan pengajarannya. Di awal berdirinya, Pondok Pesantren Putera Ibnul Amin hanya memiliki 12 kamar asrama untuk tempat mukim 9 orang santri, dengan fisik bangunan yang sangat sederhana yang di malam hari diterangi lampu minyak tanah. Sedangkan kegiatan belajar mengajar masih dilakukan di rumah KH. Mahfuz Amin. Pada tahun 1959 Pondok Pesantren Putera Ibnul Amin membangun 4 lokal belajar dan dua ruang kecil untuk tamu dan kantor. Sejak itu kegiatan belajar mengajar dipindahkan dari rumah pribadi KH. Mahfuz Amin ke tempat baru ini. Kemudian dengan bertambahnya santri baru, asrama yang ada sudah tidak mampu menampungnya. Maka pada tahun 1960, kembali dibangun sebuah asrama dua tingkat (dua lantai) dari bahan kayu yang cukup besar dan dapat menampung santri lebih banyak. Dengan demikian segala kegiatan pesantren sudah dapat dilaksanakan dalam satu lingkungan komplek, kecuali salat berjamaah yang masih dilaksanakan di langgar Tuan Guru H.M. Ramli (ayah KH. Mahfuz Amin).
Dari keinginan KH. Mahfuz Amin agar segala bentuk kegiatan harus berada dalam satu kawasan demi untuk mempermudah pengawasan terhadap kedisiplinan santri dalam segala aspek kehidupan mereka, kemudian dibangun Mushalla kecil berukuran 10 m X 10 m dari bahan kayu. Berkat semagat yang tinggi untuk membangun dan ketekunan KH. Mahfuz Amin serta atas kerja sama yang baik dengan semua pihak, pada tahun 1972 komplek Pondok Pesantren Putera Ibnul Amin berdiri dengan beberapa banguanan asrama yang terdiri dari 52 kamar, 2 buah rumah guru, satu mushalla berukuran 10 m X 10 m. Pada waktu itu santri yang mukim sebanyak 251 dengan 16 orang guru.
Santri
Santri yang mukim dan belajar di Pondok Pesantren Putera Ibnul Amin Pamangkih pada tahun 2005 berjumlah 1400 orang santri. Mereka berasal dari berbagai daerah di Kalimantan, seperti Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Tabalong, Tapin, Banjarmasin, Kotabaru, Marabahan, Sampit, Kapuas, Palangkaraya, Pontianak, Samarinda, Balikpapan, Tenggarong dan daerah-daerah lain. Disamping itu banyak juga santri yang berasal dari luar pulau Kalimantan, seperti dari Sulawesi, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Jambi dan lain-lain.

DARUL ISTIQAMAH

DARUL ISTIQAMAH

Seleksi Perlombaan LP3B Segera Di Gelar


Pada tanggal 21 Agustus s/d 2 September 2007 di asrama putra dan putri akan di adakan seleksi untuk perlombaan LP3B ( lomba pidato 3 bahasa ) perlombaan ini di ikuti sekitar 40 orang peserta. Adapun hadiah yang di dapatkan antara lain tropi, piagam dan sejumlah uang tunai.


Di bulan ramadhan nanti akan banyak sekali kegiatan-kegiatan yang akan di laksanakan di pondok. Seperti di tahun-tahun sebelumnya di adakan tadarus setiap malam setelah shalat tarawih. Dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Meriahnya peringatan 17 Agustus 2007 di PONPES

Selain melaksanakan upacara bendera Di hari kemerdekaan indonesia yang ke-62, ponpes Istiqomah juga mengadakan berbagai pertandingan di antaranya lomba karung, kelereng, sepak bola, dll.
Kemeriahan ini juga di hadiri oleh bapak pengasuh pondok pesantren modern Darul Istiqomah yaitu KH. Hasan Basuni, BA. dan beberapa ustadz dan ustadzah lainnya.

20 Agustus 2007

Pelaksanaan PKL siswa kelas III segera berakhir


Pada tanggal 16 Juli 2007 s/d 21 Agustus 2007 SMK Darul Istiqomah Barabai - HST telah melepas siswanya sebanyak 35 orang untuk ditempatkan dibeberapa instansi dan perusahaan untuk melaksanakan PKL (Praktek Kerja Lapangan) bagi siswa kelas III baik kelas Putra maupun putri.

Penempatan PKL ini tidak hanya terfokus pada satu lokasi yaitu di BARABAI tapi juga banyak disebar di Kabupaten-kabupaten lainnya. seperti di Kabupaten Tabalong sebanyak 10 Orang, Kabupaten Balangan 8 Orang, Kabupaten HSU sebanyak 7 Orang, bahkan sampai ke Kota Banjarmasin sebanyak 5 Orang.

Para siswa akan segera kembali ke Sekolah setelah tanggal 21 Agustus 2007 dan mengikuti pelajaran seperti biasanya.

Sabtu, 03 Desember 2011

SDN 1 BARABAI TIMUR


SDN 1 BARABAI TIMUR
Foto Saya
Alamat : Jl. Kartini No. 1 Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah Propinsi Kalimantan Selatan.
Sekolah ini berdiri 102 tahun yang lalu tepatnya pada tahun 1908, dan merupakan salah satu SD tertua di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Di awali dengan satu gedung sekolah yaitu yang bernama SDN Barabai Timur 1 Anggrek, dan itupun masih menjadi satu komplek dengan SDN Barabai Timur 2 Antasarin dan SDN Barabai Timur 5 Mawar. Pada tahun 2002 barulah ketiga sekolah tersebut digabung menjadi satu dan berubah nama menjadi SDN 1 Barabai Timur dan memiliki ruang belajar sebanyak 18 ruang kelas.
Sekolah yang terletak persis di tengah perkotaan serta di lingkungan Pemkab Hulu Sungai Tengah ini sejak berdiri sampai sekarang sudah beberapa kali mengalami pergantian kepemimpinan. Kegiatan belajar mengajar di sekolah ini dimulai pukul 07.20 s.d. 13.55 Wita (bagi kelas unggulan) dan pukul 08.00 s.d. 13.20 (bagi kelas reguler).
Dari bangunan yang berumur lebih dari satu abad ini telah menghasilkan manusia berpendidikan SD yang merupakan modal dasar pendidikan untuk meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi. Tidak sedikit orang yang berhasil, baik pejabat, pengusaha, maupun pekerjaan lain berasal dari SDN 1 Barabai Timur sehingga tidak mengherankan sejak keberadaannya sampai sekarang sekolah ini merupakan sekolah kebanggaan sebagian besar masyarakat Hulu Sungai Tengah. Hal ini terbukti dengan didaulatnya SDN 1 Barabai Timur sebagai SD INTI dan SD RUJUKAN di Kabupaten Hulu Sungai Tengah serta mengelola KELAS UNGGULAN sehingga oleh masyarakat Hulu Sungai Tengah dikenal sebagai SEKOLAH FAVORIT.
Seabrek prestasi pernah diraih siswa-siswi SDN 1 Barabai Timur, di antaranya:
1. Juara III Siswa Teladan Puteri Tk. Propinsi Kalimantan Selatan
2. Juara II Lomba Kemampuan Siswa (LAKAS)
3. Juara I Lomba Olympiade Sains Nasional Tk. Propinsi Kalimantan Selatan
4. Salah satu peserta Nasional Lomba Olympiade Sains Nasional IPA di Riau pada tahun 2004
5. Dll.
Para siswa di SDN 1 Barabai Timur tidak hanya mendapatkan pelajaran formal di kelas. Mereka juga mengasah bakat dan kemampuan di kegiatan ekstrakurikuler sekolah, antara lain:
1. Palang Merah Remaja (PMR)
2. Pramuka
3. Volly
4. Sepak Takraw
5. Sepak Bola
6. Bulu Tangkis
7. Bridge
8. Komputer
9. dll.
KELOMPOK BARABAI

Kelas               : E/B
Jurusan            : Bahasa Inggris
Anggota          :
1.      Randy Saputra
2.      Khairatun Azmi
3.      Misdawati
4.      Rizqi Amalia
5.      Siti Aisyah